Ketika kita menemukan berita tentang pelecehan anak, penculikan, penganiayaan, dan sebagainya, kita khawatir tentang anak-anak kita. Jika Anda adalah orang tua dari anak kecil, Anda pasti ingin menjaganya tetap aman dan terlindungi, tetapi untuk menjaganya tetap aman, Anda tidak bisa hanya mengurungnya di dalam rumah. Jika Anda ingin dia percaya diri dan meraih mimpinya, Anda harus mengizinkannya meninggalkan kenyamanan rumahnya dan menjelajahi dunia luar. Tetapi pada saat yang sama, yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua adalah mempersiapkan anak Anda untuk menghadapi dunia (baik dan buruk).
Di zaman sekarang, Anda harus mengajarkan anak Anda apa itu sentuhan buruk dan sentuhan baik. Meskipun Anda mungkin berpikir bahwa anak Anda terlalu kecil untuk memahami perbedaan antara sentuhan baik dan buruk, perkembangan seksual, dan topik-topik semacam itu, sebenarnya tidak demikian. Anda dapat dengan mudah membahas topik-topik ini sehingga ia mempelajarinya sejak usia dini dan tanpa merasa takut. Dalam artikel ini, kami akan memandu Anda melalui cara-cara sederhana dan sesuai usia untuk menjelaskan sentuhan baik dan sentuhan buruk kepada anak-anak sehingga mereka merasa aman, kuat, dan didukung di setiap langkahnya.
Pada Usia Berapa Anak-Anak Harus Belajar Tentang Sentuhan Baik dan Sentuhan Buruk?
Tidak pernah terlalu dini untuk mulai mengajarkan anak-anak tentang perbedaan antara sentuhan baik dan sentuhan buruk. Para ahli menyarankan untuk memulai sejak usia 3 tahun ketika anak-anak mulai belajar tentang tubuh dan batasan mereka. Pada tahap ini, Anda tidak perlu membahas detail yang mendalam; cukup gunakan bahasa sederhana untuk mengajarkan mereka nama-nama bagian tubuh dan bahwa tubuh mereka adalah milik mereka.
Mengapa Penting untuk Mendidik Anak Anda tentang Sentuhan?
Tidak ada alasan untuk terus-menerus mengkhawatirkan keselamatan anak Anda; namun, selama kemungkinan bahaya masih ada, Anda harus mendidik anak Anda tentang berbagai jenis sentuhan yang dapat dialaminya. Sentuhan yang tidak diinginkan dapat muncul dalam berbagai bentuk, dan tidak harus terbatas pada pelecehan seksual. Bahkan sesuatu yang ringan seperti pelukan atau belaian dari kerabat pun mungkin tidak diinginkan. Tidak masalah jika sentuhan itu tampak baik-baik saja bagi Anda; yang penting adalah anak Anda merasa nyaman dengan sentuhan tersebut.
Perbedaan yang harus Anda pahami adalah: sentuhan yang baik adalah kontak fisik yang membuat anak Anda nyaman, dan sentuhan yang buruk adalah kontak fisik yang membuatnya tidak nyaman. Anak-anak kecil secara alami mempercayai orang dewasa di sekitar mereka dan akan menjalin pertemanan dengan orang asing tanpa ragu-ragu. Jadi, sebagai orang tua, Anda bertanggung jawab untuk memastikan anak Anda memahami konsep dasar perlindungan diri.
Mengajari Anak Anda Tentang Sentuhan yang Baik
Sentuhan yang baik atau kasih sayang fisik adalah cara yang luar biasa untuk menjalin ikatan dengan anak Anda. Berikut beberapa poin yang perlu diingat ketika mencoba menjelaskan kepada anak Anda tentang sentuhan yang baik.
Sentuhan yang baik terasa nyaman dan hangat, serta membuat seseorang merasa aman dan terlindungi.
Tunjukkan kepada mereka situasi kehidupan nyata yang mencakup sentuhan-sentuhan baik seperti pelukan dan ciuman dari Anda atau pasangan Anda. Atau, misalnya, ketika mereka bergandengan tangan dengan teman-teman mereka saat bermain.
Ajari dia bahwa tubuhnya hanya miliknya sendiri, dan dia memiliki hak mutlak untuk menolak siapa pun, termasuk dirimu, untuk menyentuhnya jika dia menginginkannya.
Mengajari Anak Anda Tentang Sentuhan yang Buruk
Perbuatan buruk sentuhan jauh lebih berbahaya daripada kedengarannya dan dapat menyebabkan trauma fisik, emosional, dan psikologis yang parah jika dilakukan pada anak. Sangat penting agar anak Anda mengetahui cara membedakan jenis-jenis kontak fisik.
Sampaikan padanya bahwa tubuhnya memiliki tingkat keamanan yang berbeda, yaitu dielus kepala atau punggungnya mungkin dapat diterima, tetapi diraba di area pribadi seperti dada, bokong, dan alat kelamin tidak dapat diterima.
Tidak masalah apakah sentuhan itu terjadi saat mengenakan pakaian, tetap saja dianggap buruk.
Pastikan anak Anda tahu cara meminta bantuan jika ia merasa terjebak atau berada dalam situasi yang tidak nyaman.
Apa yang Harus Diwaspadai Orang Tua?
Kewaspadaan terus-menerus sangat penting dalam membesarkan anak. Meskipun tidak perlu secara membabi buta tidak mempercayai orang asing di sekitar anak Anda, penting untuk tidak mengabaikan risiko yang lebih dekat dengan Anda. Beberapa penelitian melaporkan bahwa predator seksual yang paling umum bukanlah orang asing, tetapi sebenarnya seseorang yang dikenal baik oleh Anda atau anak Anda, betapapun tidak menyenangkan untuk memikirkannya. Kuncinya adalah memperhatikan perilaku aneh apa pun dari anak Anda atau orang dewasa yang bersangkutan. Anak-anak yang mengalami pelecehan menunjukkan tanda-tanda kesusahan yang nyata di hadapan pelaku pelecehan.
Memahami bahwa anak Anda mungkin menderita berarti Anda harus menghilangkan segala prasangka yang mungkin Anda miliki terhadap pelaku potensial, tidak peduli seberapa dekat mereka dengan Anda. Ini tentu saja sangat sulit dilakukan, terutama jika pelaku potensial adalah teman, anggota keluarga, atau bahkan pasangan Anda, tetapi selalu ingat bahwa anak Anda bergantung pada Anda untuk keselamatan dan kebahagiaannya.
Memberi Kesadaran kepada Anak Anda tentang Pelecehan Anak
Ini bukan era di mana orang-orang menghindari membicarakan hal-hal seksual di sekitar anak-anak mereka. Anak-anak cukup mampu memahami topik-topik kompleks seperti seksualitas dan pelecehan. Tetapi Anda harus berhati-hati saat menjelaskan identitas seksual kepada anak Anda. Anda harus menjelaskan bagaimana bagian-bagian tubuhnya yang bersifat pribadi, menguraikan bagaimana ruang-ruang ini sensitif dan harus dilindungi dari gangguan. Ajari dia untuk mengatakan tidak kepada orang asing yang menawarkan makanan atau tumpangan. Jangan ajari anak-anak Anda untuk patuh atau menghormati orang dewasa yang mereka temui jika orang dewasa tersebut melanggar ruang fisik mereka; sebaliknya, suruh dia berteriak atau melawan balik (2) . Dan yang terpenting, beri tahu dia bahwa Anda tidak akan menghukum atau memarahinya karena melakukan hal itu, jika dia tidak melakukan kesalahan. Saat mengajarkan anak-anak tentang keselamatan tubuh, menggunakan contoh sentuhan baik dan sentuhan buruk yang sederhana dapat membantu mereka memahami perbedaannya dengan lebih mudah.
Tips Mengajari Anak Anda Tentang Sentuhan Baik & Sentuhan Buruk
Di zaman sekarang ini, Anda harus mengajarkan anak Anda tentang sentuhan baik dan buruk sejak dini. Jika Anda tidak tahu bagaimana memulainya, berikut beberapa tips untuk Anda. Ikuti tips ini dan ajarkan anak Anda –
1. Jangan Malu
Bersikap tidak terkekang dalam hal-hal seksual sangatlah penting, dan meskipun topik-topik ini mungkin sensitif untuk dibahas, anak Anda mendapatkan petunjuk dari Anda. Jelaskan kepadanya dengan cara yang menarik dan dengan contoh-contoh yang familiar baginya.
2. Cobalah dengan Cara Informal
Jangan terlalu formal atau teknis saat menjelaskan tentang sentuhan baik atau buruk kepada anak Anda. Ia dapat memahami konsep yang kompleks, tetapi ia tidak ingin merasa seperti sedang diinterogasi. Hindari pembicaraan yang serius, dan gunakan suara yang lembut dan tenang.
3. Jalin Ikatan dengan Anak Anda
Bangun ikatan dengan anak Anda melalui hal-hal kecil – bermainlah dengannya, menarilah bersamanya, atau sekadar duduk dan mengobrol. Hal-hal kecil ini akan memperkuat ikatan yang Anda miliki dengannya dan Anda akan mendapatkan kepercayaannya. Ini akan membuatnya tahu bahwa Anda selalu ada untuknya dan tidak akan menghakiminya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
4. Patuhi Terminologi yang Digunakan
Jangan perlakukan anak Anda seperti makhluk polos yang tidak boleh mempelajari istilah-istilah seksual. Penggunaan terminologi yang tepat untuk bagian tubuh, seperti penis, vagina dan sebagainya, membuat bagian-bagian tersebut terasa penting dan Anda tidak boleh menggunakan istilah slang untuk bagian-bagian tersebut. Kata-kata yang tepat juga akan membantu anak Anda untuk mengekspresikan dirinya secara akurat sehubungan dengan tubuhnya.
5. Coba Aturan Pakaian Renang
Ini adalah aturan sederhana yang harus diikuti ketika mengajarkan anak-anak yang masih sangat kecil tentang sentuhan yang tidak pantas. Jelaskan kepada anak Anda bahwa bagian tubuhnya yang tertutup oleh pakaian renang atau pakaian dalam adalah bagian pribadi yang tidak boleh disentuh atau dilihat oleh siapa pun kecuali dirinya. Dengan cara ini, ia akan tahu jika ia disentuh secara tidak pantas dan dapat menyampaikan tanggapannya kepada Anda. Namun, tegaskan bahwa ia harus memberi tahu Anda jika ia merasa tidak nyaman karena disentuh di bagian tubuhnya mana pun.
6. Bicarakan tentang Sentuhan yang Aman
Sentuhan yang baik terasa menyenangkan dan merupakan pengalaman yang mempererat ikatan, sementara sentuhan yang buruk menimbulkan ketidaknyamanan dan stres. Namun, beri tahu anak Anda tentang sentuhan aman di antaranya, yang mungkin terasa tidak nyaman tetapi sebenarnya diperlukan. Misalnya, pemeriksaan oleh dokter, menerima suntikan, dan perawatan medis mungkin membuat anak Anda merasa tidak nyaman, tetapi ia harus tahu bahwa tindakan ini diperlukan untuk menjaga kesehatannya.
7. Gunakan Literatur yang Tepat
Ada beberapa buku yang dapat Anda gunakan untuk mengajarkan anak-anak Anda tentang cara yang benar dan salah dalam menerima sentuhan. Buku-buku ini biasanya dilengkapi dengan ilustrasi anatomi manusia, sehingga anak Anda juga dapat belajar tentang tubuhnya sendiri.
8. Biarkan Anak Anda Mundur
Terkadang anak-anak tidak merasa ingin disentuh dan mereka tidak ingin ada yang mencium mereka atau mencurahkan kasih sayang kepada mereka. Beberapa anak juga bisa secara alami menjauh. Jangan memaksa mereka untuk memberikan kasih sayang fisik, karena hal ini dapat menyebabkan mereka mengaitkan sentuhan dengan suasana hati mereka yang buruk. Biarkan mereka menjauh dari kontak fisik jika mereka mau, meskipun itu membuat Anda kesal.
9. Ajari Anak Anda untuk Percaya pada Dirinya Sendiri
Anak Anda tidak perlu merasa bersalah jika ia menolak kasih sayang dari siapa pun dengan alasan apa pun. Katakan padanya bahwa dalam hal ruang pribadinya, perasaan dan keputusannya adalah yang terpenting. Ini akan mengajarkannya untuk mempercayai emosinya dengan jernih.
10. Cobalah Bermain Peran
Anak-anak lebih mudah menerima narasi visual daripada penjelasan dasar. Anda bisa memainkan permainan kecil dengannya di mana dia bisa berlatih berteriak minta tolong atau mengatakan “Tidak” jika seseorang mengganggunya.